Laman

Senin, 14 November 2016

Kopdar Malang Citizen di Warung Khas Batu



Kopdar Malang Citizen di Warung Khas Batu


Sore itu hujan deras mengguyur kota Malang, ketika saya dan Anis mengendarai motor dengan kecepatan yang lumayan kencang menuju kota Batu. Saya membonceng Mama Ivon dan Baby Aira sedangkan Anis membonceng Asma, putri pertamanya. Kami bela-belain membelah derasnya hujan demi sebuah pertemuan penting yang kami adakan di Warung Khas Batu, sekaligus merasakan sajian kuliner dari warung yang lokasinya berada di antara Jatim Park 1 dan Museum Angkut ini.



Kopdar Komunitas Malang Citizen



Beratnya medan membuat perjalanan Malang-Batu sedikit molor, bagaimanapun juga kami tetap harus berhati-hati karena kami membawa orang-orang tercinta di atas motor. Pertemuan dan wisata kuliner memang tujuan utama kami tapi keselamatan tidak boleh dinomerduakan. Oh iya, karena alasan keselamatan dan kenyamanan kami terpaksa menitipkan Mas Aiman di rumah kerabat karena dia sedang tertidur pulas. Kami berlima tiba di Warung Khas Batu menjelang senja, teman-teman blogger dari komunitas Malang Citizen sudah datang jauh sebelum kami.

Yang tampak sore itu antara lain Mbak Sri Rahayu dan dua putranya, Mbak Eren, Mas Misbach, Mas Assaifi. Lalu ada juga Sandi, Mas Faqih, Mas Selamet dan Mas Richo yang sedang seru-serunya bermain karambol. Batu yang memang aslinya sudah berhawa dingin jadi semakin dingin saja karena hujan deras, namun sambutan hangat dari teman-teman membuat kami tak lagi merasa kedinginan tsaaah sok yes banget deh saya.





Kami lalu segera berpindah dari lobby Warung Khas Batu menuju kursi yang sudah dibooking buat kami semua. Pertemuan penting yang saya maksud di awal tulisan adalah pertemuan perdana komunitas Malang Citizen yang sore itu akan membahas materi tentang SEO, Food Photography dan Kerjasama Review Hotel.

Oh iya, ini adalah kali kedua buat saya dan Mama Ivon datang ke Warung Khas Batu. Sekitar setahun yang lalu kami sudah pernah datang dan mencicipi menu-menu di sini, bedanya dulu Baby Aira masih berada di dalam kandungan Mama Ivon. Waktu itu kami hanya bertiga saja, suasananya berbeda dengan sekarang yang lebih rame karena kehadiran teman-teman Malang Citizen.






Sambil memesan menu makan malam, kami saling memperkenalkan diri terlebih dahulu. Maklum, karena di antara kami ada yang baru pertama kali itu bertemu. Seperti misalnya dengan Mas Misbach dan Mas Assaifi, komunikasi kami baru sebatas di social media. Dulu saat pertama datang ke Warung Khas Batu saya memesan Nasi Goreng Babat, nah kali ini saya memesan lagi nasi goreng tapi beda versinya yaitu Nasi Goreng Jowo. Untuk minumnya saya memesan Smoothies Taro. Nggak lama setelah semua memesan makanan, datanglah Mas Endrita yang malam itu terlambat.







Materi Food Photography



Adzan Maghrib mulai berkumandang, kami pun lalu bergiliran menunaikan ibadah sholat. Ketika saya kembali ke meja, beberapa pesanan kami sudah datang. Sebagian teman-teman Malang Citizen saya lihat sedang mengelilingi sepiring Pecel Rawon pesanan Mas Misbach. Oh rupanya, sesi materi Food Photography sudah dimulai. Saya pun ikut mendekat dan menyimak penjelasan Mas Misbach.

Hampir semua kamera smartphone sudah dilengkapi dengan fitur garis bantu yang membagi layar smartphone menjadi 9 kotak. Sayangnya banyak orang yang belum atau tidak memanfaatkan fitur ini. Padahal fitur garis bantu ini banyak sekali manfaatnya antara lain: membantu kita untuk mengambil gambar tegak lurus sehingga tidak miring hasilnya, membantu kita menentukan posisi objek utama dalam foto dan masih banyak lagi lainnya.

Mas Misbach menuturkan bahwa untuk mendapatkan hasil foto yang mempunyai nilai estetis maka jangan menempatkan objek foto di tengah seperti cara memotret pada umumnya. Melainkan tempatkan objek foto di salah satu dari empat titik temu garis bantu yang mengelilingi kotak paling tengah. Agar lebih jelas bisa dilihat di bawah ini.


Belajar Food Photography



Lalu jangan lupa beri objek pendamping agar foto terlihat lebih menarik. Namun perlu dicatat bahwa objek pendamping ini dari segi ukuran dan warna tidak boleh lebih menonjol dari objek utama. Misalnya saat memotret minuman atau makanan bisa diberi objek pendamping berupa sendok garpu, pisau atau bunga. 


Belajar Food Photography



Mama Ivon tidak mau ketinggalan beraksi dan berbagi ilmu malam itu. Kalau saya sih sudah tau banget gimana dia saat beraksi di depan kamera. Mulai dari memasak menu yang akan difoto, menyiapkan mini studio, mengatur pencahayaan hingga proses eksekusi yang bisa memakan waktu yang cukup lama. Boleh dibilang dia cukup perfeksionis, jadi tak heran jika untuk satu objek saja dia bisa memotret hingga belasan kali demi mendapatkan hasil yang dia inginkan. Untungnya sih kalau lagi makan di luar dia nggak seperfeksionis itu, ntar yang ada saya dan Aiman keburu kelaperan nunggu dia motret sampai belasan kali hehehe. #NggakDibukainPintu #NggakDimasakkin


Belajar Food Photography


Materi SEO



Anggota Malang Netizen mulai menyatap menu pesanan masing-masing, pesanan saya dan Mas Endrita yang terakhir keluar huhuhu. Nasi Goreng Jowo pesanan saya rasanya cukup nikmat, sama seperti Nasi Goreng Babat yang dulu saya pesan. Nasi goreng yang hot itu mampu mengusir hawa dingin kota Batu yang semakin menjadi malam itu. 








Materi kedua tentang SEO yang disampaikan oleh Mas Assaifi. Beliau selama ini ternyata sudah mengamati blog anggota Malang Citizen lho, menurutnya dari segi konten semuanya sudah bagus namun sayangnya dari segi SEO masih sangat kurang. Itulah sebabnya kenapa meski isi tulisannya bagus namun gagal nangkring di page one pencarian google.



 Materi SEO pada blog



Beberapa TIPS SEO AGAR BLOG MAKIN HITS yang disampaikan Mas Assaifi antara lain:


1.       Gunakan kata kunci (keyword) yang dibidik mulai dari judul, url tulisan, gambar, paragraph pertama dan selanjutnya. Usahakan dalam 100 kata pertama sudah mengandung kata kunci.

2.       Selalu memberikan 1 backlink keluar dari website terpercaya seperti misalnya Wikipedia. Sebisa mungkin anchor text-nya sama dengan keyword yang dibidik. Misalnya kita menulis tentang review nasi goreng, maka beri link pada kata nasi goreng dengan back link ke wikipiedia yang membahas tentang nasi goreng juga.

3.       Selain backlink, jangan lupa beri link ke dalam juga. Bisa ke tulisan lainnya yang berkaitan atau ke home page.

4.       Tambahkan kata kunci pada meta tag setiap tulisan. Sayangnya fitur meta tag ini hanya ada di WP saja.

5.       Walaupun kita menulis dengan ilmu SEO namun jangan lupakan bahwa kita menulis untuk manusia bukan robot atau mesin pencarian. Maksudnya jangan sampai tulisan kita yang ber-SEO itu kehilangan sentuhan personal kita.

6.       Selesai menulis jangan lupa submit ke google, share di akun-akun sosmed dan blogwalking. Ingat juga, saat BW tinggalkan link url tulisan kita jangan url homepage. Tujuannya agar tulisan baru kita cepat terindeks.


 


Tak terasa malam semakin larut, rencananya kami lanjut ke home stay milik Mbak Eren untuk materi Kerjasama Review Hotel. Kebetulan saya yang kebagian sampur menyampaikan materi ini. Tapiii sayangnya kami terpaksa cancel karena kami khawatir Baby Aira semakin kedinginan. Yang pulang waktu itu saya dan Anis, sementara yang lain terutama para bujang menginap di sana.

Kopdar Malang Citizen di Warung Khas Batu

Kopdar Malang Citizen di Warung Khas Batu



Itulah cerita kopdar saya dengan komunitas Malang Citizen. Senang rasanya bisa bertemu, ngobrol dan berbagi ilmu dan pengetahuan dengan sesama teman blogger. Harapan kami semoga Malang Netizen bisa membawa berkah, manfaat dan kebaikan tidak hanya bagi para anggotanya tapi juga masyarakat luas, aamiin.




29 komentar:

  1. Main garambol kami menang mas, yeyeye, lalalala. hidup mas Sandi, hahaha.

    Foto2nya suka, banyak terabadikan momen2 yahut. haha. termasuk bocah baju polo merah marun yang terlihat galau, hahaha. atleast, memang banyak ilmu yang kita bawa pulang. keren, sering2 gini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karambol apa garambol yang bener?
      Galau mulu karena bahunya berdebu ya wakakaka
      Iya semoga bisa rutin Mas.

      Hapus
  2. wah sama nih kayak blogger medan, kalau kami sih adakan kegiatan sebulan sekali dengan 1 pemateri, biasanya juga kerjasama sama pihak resto, bikin review terus dapat voucher makan, hihi,, kegiatan begini enak, ngorbrol, sharing ilmu

    BalasHapus
  3. HUa... acara seperti ini yang saya tunggu di Jepara...

    BalasHapus
  4. tulisan mas ihwan sangat lengkap.. penjelasannya juga cukup padat..
    semoga jadi inspirasi rekan-rekan di MALANG CITIZEN

    BalasHapus
  5. Wah kopdar yang sangat bergizi ya mas. Saya paling oon soal SEO-SEO gitu, masih buta sama sekali. Bagi saya ngeblog ya ngeblog aja terus publish, ehh ternyata salah yaa..

    Masih bingung juga tentang backlink-2 dan keyword-2 gitu. Ya udinlah jalanin aja dulu ya, hehe

    * Salam buat mbak Anisa, beliau sangat menginspirasi saya loh :)

    BalasHapus
  6. walau harus hujan2an tp kebayar ya mas sama keseruan kopdarnya bisa dapet ilmu, ngobrol, dan makan enak hehe. jd kangen pengen kopdaran sama blogger jg

    BalasHapus
  7. Wow cetar, aku mau ke malang desember 4-7 *terus kenapa san* hahah sapa tau bisa ketemuan aja gitu, kenal2an sama blogger2 cetar malang :D

    BalasHapus
  8. waaa lucu juga liat mbak ivon motoin makanan dan yzng lain nungguin sambil kelaparan wkwkwkw

    BalasHapus
  9. Selamat ya atas terbentuknya komunitas baru. :)

    BalasHapus
  10. Suka deh dengan mie goreng jawanya. :D Sampai lahap Asma kalau makan

    BalasHapus
  11. Kami juga udah nulis soal Warung Khas Batu lho.

    BalasHapus
  12. Sayangnya jauh ya tempat ini dari Kepanjen. Lumayan sampai 2 jam perjalanan.
    Sukses buat kopdarnya.

    BalasHapus
  13. Bisa jadi jujukan kalo liburan ke Batu nih, sekalian review makanannya. Sepertinya enak.

    BalasHapus
  14. Bisa dijadikan tempat transit kalau ke Malang ya ... Tempatnya kece.

    BalasHapus
  15. Seru banget ya, keren banget acaranya ya

    BalasHapus
  16. senangnya bisa ketemu dan sharing bersama rekan-rekan Malang Citizen... bisa nambah konco, nambah dulur

    BalasHapus
  17. Seruuu... sayang aku ga jadi ikut hiks... nasi goreng jowo sama sate kelincinya menggodaaaa...

    BalasHapus
  18. Mantaaaabbbbb......., jadi kepingin kesana lagi...
    :D

    BalasHapus
  19. Itu ngasi backlink ke wikipedia maksudnya disetiap tulisan sebaiknya menyelipkan linknya?
    Btw itu makanannya enak-enak banget euy penampakannya, bikin ngiler

    BalasHapus
  20. wah acara kopdarnya keren. banyak tips bermanfaat. tfs mas

    BalasHapus
  21. walah saya kayaknya baru sekali mampir ke blog yg ini mas...biasanya ke keluarga biru.
    btw kopdarnya seru dan berisi bangeet

    BalasHapus
  22. Wah, tips SEO nya baru buat saya tuh, makasih mas sharenya. Salam kenal, ini kunjungan perdana saya.

    BalasHapus
  23. Aku belum nemuin itu yg garis kotak2 pas nyetting foto, mas.. -_-

    BalasHapus
  24. Ah, komunitas yang berkelas dan banyak ilmu gini pingin banget nimbrung. Salam kenal pak, saya juga lagi domisili Malang nih. Memenuhi syarat untuk jadi anggota Malangcitizen kan ya? Heheh.

    BalasHapus