Welcome to our website !

Membuat SIM Baru Tanpa Calo

By Januari 11, 2017




Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo


Saat teman Anda berulanga tahun, apa yang biasanya kalian lakukan? Mungkin yang umum dilakukan adalah memberinya ucapan selamat, memberinya kado, bikin surprise party, ngerjain dia habis-habisan hingga nodong traktiran di resto atau café. Nah pernah nggak kalian nanya dia: “Udah memperpanjang SIM belum? Sebuah pertanyaan yang antimainstream tapi itu bisa nyelametin temenmu dari ujian praktek SIM yang penuh rintangan.

Jadi ceritanya weekend yang lalu saya baru sadar jika saya terlambat memperpanjang SIM. Nggak tanggung-tanggung telatnya, 3 bulan. Mungkin kalau SIM bisa ngomong dia bakalan teriak-teriak: Om Telat 3 Bulan Om. Gimana neh Om, please tanggung jawab. #ApaanSih

Saya udah nanya ke beberapa teman dan gugling jika kita terlambat memperpanjang SIM maka kita harus bikin SIM baru lagi. Meskipun itu hanya telat sehari tetap harus mengurus SIM baru alias mengikuti ujian tulis dan praktek seperti pembuat SIM pemula hiks. Apes tenan. Sebenarnya ada sih ada jalan pintas bikin SIM baru yaitu nembak ke oknum atau calo. Kalau menurut info teman saya, bikin SIM  tembakan itu biayanya Rp.500.000. Sedangkan jika lewat jalur resmi sebesar Rp.100.000, kalau perpanjangan Rp.75.000 saja.

Membuat SIM yang Murah Tanpa Calo


Sebagai warga negara yang baik tentu saja saya memilih bikin SIM lewat jalur resmi, prettt bilang aja kalau pelit keluar uang 500ribu buat calo wakakaka. Untuk mengurus SIM baru maka kita perlu mempersiapkan dokumen antara lain: Surat Keterangan Kesehatan dan fotokopi KTP. Jangan lupa juga bawa SIM yang lama.
Saya mengurus Surat Keterangan Kesehatan di poliklinik tempat kerja saya. Sebetulnya tak jauh dari Kantor Polres Malang Kota ada klinik untuk tes kesehatan juga tapi biasanya antrinya lama dan biayanya lebih mahal. Biasa lah jika di tempat-tempat pengurusan dokumen seperti itu harganya digenjot, dulu saat memperpanjang SIM saya fotokopi di sana per lembar 500 rupiah. Buseet, sudah kayak ngeprint laser jet aja.
Untuk mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan biasanya kita diperiksa tekanan darah, pemeriksaan secara umum saja. Jika kita sehat dan tidak dalam kondisi sakit sudah dipastikan kita akan mudah mendapatkan SKK ini. Di poliklinik tempat kerja saya bianya hanya 10 ribu saja.

Membuat SIM Baru Tanpa Calo



Setelah mendapatkan SKK, saya segera meluncur ke Polres Malang Kota yang beralamat di Jl. Dr. Wahidin No.56 Kota Malang 65111. Ketika saya datang, suasana di sana sudah sangat ramai. Banyak motor yang diparkir hingga meluber dari lahan parkir yang disediakan. Keramaian makin terlihat saat saya sampai di depan kantor Polres Malang Kota, tenda yang disediakan untuk pengurus SIM sudah penuh sehingga sebagian besar berdiri bergerombol di depan pintu masuk.






“Pak saya mau mengurus SIM,” ucap saya pada salah petugas.
“Baru atau perpanjang?”
“Telat Pak.”
“Telat berapa lama?”
“3 bulan.”
“Itu wes seratus harinya Mas, harus bikin baru!”

Untung saat itu saya masih kebagian nomer antrian yaitu nomer 84. Saat saya baca pengumuman yang terpasang dip agar, nomer antrian dibagikan jam 8. Sedangkan saat itu saya tiba di sana pukul setengah sembilan kurang. Oh iya, setiap harinya pengurusan SIM baik baru atau perpanjangan dibatasi hanya sampai 100 orang. Jadi memang harus datang pagi-pagi benar jika tidak mau ditolak seperti para pengurus SIM yang datang sesudah saya. Tiap sesi dipanggil 20 orang sehingga dalam sehari ada 5 sesi.






Karena saya mendapatkan nomer antrian 84 maka saya dipanggil sesi terakhir. Saking lamanya menunggu saya sampai sempat motret fasilitas yang ada di Polres Malang Kota. Bagi yang tidak sempat sarapan atau kehausan kalian bisa membeli makanan dan minuman di warung dan penjual yang berada di sana. Paling utama sih minum ya karena cuaca yang panas, jangan sampai kalian gagal fokus saat ujian tulis atau praktek karena dehidrasi. Trus bagi yang beser (suka kencing), nggak perlu kuatir ngompol ngantri karena di luar kantor Polres Malang Kota disediakan dua toilet.




Oh iya, di Polres Malang Kota ini ada salah satu polisi yang sempat mendapatkan penghargaan dan diliput media massa dikarenakan kejujurannya dalam menjalankan tugas yaitu Bripka Seladi. Selama menjadi penguji di sana, beliau sangat berdedikasi tidak mau menerima suap atau pemberian orang dengan tujuan tertentu dalam pengurusan SIM. Untuk mencari tambahan penghasilan, Bripka Seladi tidak malu nyambi menjadi tukang sampah atau pemulung.  Saat menunggu antrian, saya melihat Bripka Seladi sedang melaksanakan tugasnya menjadi penguji di ujian praktek SIM A.

Prosedur Pembuatan SIM Baru


Setelah menunggu lama sampai pukul 11 siang akhirnya saya dan pengurus SIM baru lainnya dipanggil. Kami langsung disuruh masuk ke dalam ruang kaca, di sana kami diberi formulir pengurusan SIM Baru. Ada dua lembar formulir yang kami isi. Setelah selesai diisi tinggal menyerahkan ke petugas untuk diantrikan.


Tarif Pembuatan SIM 2017



Antrian pertama adalah untuk pengisian data lewat komputer, ada verifikasi memakai E-KTP juga. Jadi buat Anda yang mau mengurus SIM harus memiliki E-KTP. Selesai pendataan data diri, formulir diantrikan lagi untuk pengambilan foto. Sayang sekali, saat antrian foto ini sudah mau masuk jam istirahat. Kami disuruh untuk balik lagi pukul 12.30. Sebenarnya sih nanggung mau balik ke kantor namun daripada bosen nunggu di sana, saya putuskan balik ke kantor. 




Pukul setengah satu lebih saya sudah kembali. Antrian foto tinggal 5-6 orang saja, walah tadi kayaknya yang barengan sama saya banyak. Wah berarti tadi antrian fotonya sudah dibuka sebelum 12.30. Saat mengurus SIM memakai baju jangan kaus. Bagi yang memakai kaus disediakan baju batik atau diperbolehkan memakai jaket. Sebelum difoto, kita akan diambil sidik jari kedua tangan kita.




Dari ruang foto, kita langsung disuruh melakukan ujian tertulis di Ruang Ujian. Meskipun namanya ujian tertulis tapi kita tidak menjawab soal ujian dengan memakai bolpen kok. Soal ujiannya berupa simulasi-simulasi adegan lalu lintas di komputer. Nah kita tinggal mendengarkan pernyataan peraturan lalu lintas dan pertanyaannya lewat headset. Soalnya pilihan ganda, tinggal pilih Benar atau Salah. Saya sempat bingung antara pernyataan dan pertanyaan, akibatnya di awal-awal tes saya menjawab ngawur wakakaka. Alhamdulillah di pertanyaan berikutnya saya sudah mengerti. Lumayan saya dapat nilai 74, mepet sih dengan nilai minimum kelulusan yaitu 70.
Saya berharap hari itu bisa langsung ujian praktek namun di luar sana hujan sudah mulai deras. Petugas yang menilai ujian praktek menyuruh kami kembali esok harinya karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan ujian praktek.

Ujian Praktek SIM yang Menantang



Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo


Di hari pertama saya mengurus SIM saya sudah sempat melihat bagaimana orang lain melakukan ujian praktek. Medan untuk ujian praktek ini letaknya di halaman depan Kantor Polres Malang sehingga tidak begitu luas. Adapun medan yang harus dilalui ada 3 jenis yaitu jalan berkelok-kelok, jalan jembatan dan jalan berbentuk angka 8. Nah karena medannya tidak terlalu luas ini membuat tingkat kesulitannya semakin tinggi.

Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo

Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo

Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo



Sedangkan untuk ujian praktek SIM A medannya berupa area untuk parkir dan tanjakan. Nah lokasi tanjakan untuk ujian praktek ini berada di atas persis tempat duduk orang-orang yang sedang antru ujian praktek SIM C. kalau menurut saya kok kurang aman ya penempatan orang-orang ini. Namanya orang sedang menjalani ujian biasanya kan grogi, nah saya nggak bisa bayangin kalau ada peserta ujian SIM A yang grogi lalu saat akan menginjak rem ternyata keliru menginjak gas sehingga mobilnya nyelonong ke tempat peserta ujian SIM C duduk. Saya rasa pihak Polres Malang Kota perlu memikirkan hal ini.






Dalam ujian praktek SIM C ini disediakan dua jenis motor yaitu bebek dan matic. Peserta dipersilakan memilih yang sesuai dengan motor yang biasa dipergunakan. Sayang tidak perbolehkan menggunakan motor sendiri. Untuk ujian praktek SIM A juga disediakan mobil juga oleh Polres Malang Kota.

Kami harus menunggu kira-kira 45 menit barulah ujian praktek SIM C dimulai. Yang menjadi penguji saat itu adalah Bapak Eko, saya tidak tahu pangkat beliau apa. Pembawaan beliau humoris, saat akan membuka ujian beliau menjelaskan tentang tata cara ujian praktek dan kriteria penilaiannya. Agar lolos maka para peserta tidak boleh melakukan 3 hal di bawah ini:

1.       Tidak boleh menurunkan kaki saat melewati tikungan atau jalan berkelok
2.       Tidak boleh goyang saat mengendarai motor terutama saat melewati jalan jembatan.
3.       Roda depan dan belakang tidak boleh melanggar garis saat melewati jalan jembatan.

Jika peserta gagal dalam ujian praktek SIM C ini maka akan diberikan kesempatan untuk mengulang di lain waktu. Lamanya mengulang tergantung tingkat kegagalannya.

1.       Tingkat kegagalan ringan maka bisa mengulang 1 mingggu lagi.
2.       Tingkat kegagalan sedang maka bisa mengulang 2 mingggu lagi.
3.       Tingkat kegagalan berat maka bisa mengulang 1 bulan lagi.





Gaya Pak Eko yang humoris saat mengawasi ujian membuat suasana ujian diselingi tawa.
“Inilah Mas Budi, peserta pertama ujian praktek SIM C yang akan mengulang sampai 5 kali. Silakan berangkat.”
“Lho Mbak, kalau naik motor jangan lupa pegang remnya juga. Pegang yang mantap kayak megang tangan pacarnya.”
“Hati-hati Pak mengendarainya, kalau sampai gagal ngulang tahun depan lho.”

Itulah beberapa guyonan Pak Eko yang dilontarkan kepada para peserta. Meskipun suasana sudah dibuat sesantai mungkin, tetap saja yang namanya grogi tidak bisa dihilangkan begitu saja. Dari semua peserta pagi itu yang barengan sama saya, hanya ada 3-4 orang yang lulus. Sisanya gagal semua dan harus mengulang lagi. Ada yang sudah gagal baru saat di permulaan, ada yang goyang saat melintasi jalan jembatan, ada salah mengambil arah, ada juga yang muter-muter geje di jalan berbentuk angka 8. Malahan ada peserta cewek yang ternyata belum begitu bisa mengendarai motor bebek sampai ganti motor matic. Akibatnya dia harus mengulang satu bulan lagi.


Lalu bagaimana dengan saya?

Nggak usah ditanya, saya termasuk salah satu peserta yang gagal itu wakakaka. Penyebabnya karena saya agak grogi sampai lupa masuk gigi 2, akibatnya tarikan gas motor jadi sensitif sehingga saat melewati jalan berliku saya agak kehilangan keseimbangan. Otomatis kaki saya turun dan nggak lulus deh. Nggak apa-apa deh meski harus mengulang 2 minggu lagi. Toh banyak peserta lain yang sudah mengulang sampai 4 bahkan 5 kali. Tapi semoga saya tidak sampai mengulang sebanyak itu, aamiin.


Tips Membuat SIM Baru Tanpa Calo


Itulah cerita saya membuat SIM baru di  Kantor Polres Malang lewat jalur resmi alias tanpa calo. Memang harus sabar dan memakan waktu karena harus datang berulang kali. Bripka Seladi sudah memberikan contoh yang baik kepada kita. Meski beliau bertahun-tahun bekerja di instansi yang selama ini dikenal sebagai lahan basah namun tetap memegang teguh kejujuran. Untuk membersihkan budaya KKN yang sudah mengakar pada bangsa ini memang membutuhkan perjuangan dan waktu yang tidak sebentar. Mulailah dari lingkup yang terkecil, yaitu dari diri sendiri. Semoga kita bisa istiqomah, aamiin.



                                                                                                                                                                        

You Might Also Like

29 komentar

  1. sekarang saya paham kak.. kenapa di fhoto sim.. kemejanya suka samaan .. oh ini toh alasannya 😁 bagus, detail ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya karena disediain baju buat yang pake kaus. Makasih udah mampir ya.

      Hapus
  2. Wah.. seriusan harus e-KTP mas?
    Aku malah blom punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas karena nanti ada prosedur scanning EKTP.

      Hapus
  3. Oh disana prosedurnya foto dulu ya
    kalau disini urutannya tes tulis dan praktik harus lulus terlebih dahulu baru deh bisa foto
    Disini juga boleh lho tes praktik pake kendaraab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu juga gitu Mbak di Malang, jalani tes dan praktek dulu baru foto. Nggak tahu kok sekarang berubah.
      Iya lebih enak pakai kendaraan sendiri sih.

      Hapus
    2. Haduh itu komenku kok kepotong ya
      Maksudnya mau bilang, kalau disini boleh pake kendaraan sendiri

      Hapus
    3. Mungkin pas sinyalnya hilang Mbak wakakaka.

      Hapus
  4. Detail mas,, jdi ada ilmu buat yg blom ngalamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya suka nulis detail. Senang bila tulisan saya bermanfaat.

      Hapus
  5. Kalo bisa dipersulit kenapa harus dipermudah? Hihi, gak boleh nurunin kaki itu agak gak masuk akal menurutku. In real street, ya maklum aja kan ya.

    Walau gitu, salut tanpa calo.

    Omnduut.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekekekeke itu udah jadi stigma layanan publik kita ya Yan.
      Iya bahkan polisnya pasti juga pernah lakuin hal itu. Trus apa ada jembatan yang lebarnya hanya selebar ban motor, kecuali mau akrobat ya.

      Hapus
  6. kebetulan belum punya sim dan belum pernah nyoba juga,dpt tipsny dr artikel ini cma msh blum yakin bisa langsung lulus wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak semangat buat ngurus, daripada nanti kena razia SIM malah lebih berabe.

      Hapus
  7. artikelnya keren mas, semoga ini bisa jadi referensi bagi mereka yang akan membuat SIM di kota malang

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sam udah mampir n komen.

      Hapus
  8. Saya baru perpanjang Senin kemarin, padahal expired baru bulan depan. Takut terlambat, mendingan dipercepat saja perpanjangnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh bisa ya meski baru bulan depan, asal minim 10 hari sih kalau di Malang.

      Hapus
  9. Super mas. di saat yang lain pake calo. Mas mau mencoba tanpa calo.

    BalasHapus
  10. Skarang calo makin banyak, mas. Aku pengalaman masih di pintu gerbang sudha dtawarin pakai calo.

    BalasHapus
  11. Wan, minta bocoran jawaban ujian tertulis dong, wkwkwk

    BalasHapus
  12. Aku nggak punya sim C mas, memang nggak bikin sih. Soalnya tau diri ga bisa motoran...huahahaha

    betewe itu zigzagnya kayaknya jaraknya masih masuk akal. kayaknya kadang ada lo yang cone nya terlalu dempet2

    BalasHapus
  13. saya malah sudah punya sim belum pernah ngerayen buat ditilang pak polisi, nyoba juga boleh nantinya

    BalasHapus
  14. memang bikin SIM sebanarnya gampang, hanya saja kadang kita malas mengikuti prosedurnya..

    BalasHapus
  15. Mas kalo dari luar kota bisa gak bikin di kota malang, soalnya saya jarang pulang kampung hehehe

    BalasHapus
  16. wah komplit nih..aku juga pengin perpanjangan sim...tesnya susah juga ya tidak boleh menurunkan kaki ketika melewati tikungan,pdhl aku sukanya refleks menurunkan kaki.

    BalasHapus
  17. Ada yang pratek sampai ke 10 kali baru di luluskan

    BalasHapus