Welcome to our website !

Ihwan Hariyanto

 

poetra comp surabaya

Semenjak diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para pelajar dan mahasiswa, penggunaan smartphone dan laptop sangat meningkat tajam. Bahkan orang tua harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli dua device di atas agar anak tetap bisa mengikuti pelajaran di tengah pandemi. Ya ini memang sudah tuntutan zaman yang tidak bisa dihindari, bahkan sebelum pandemi pun beberapa sekolah tingkat SMP sudah mewajibkan para siswanya memiliki laptop.

 

For Him Hair Coloring Shampoo

“Mau tambah apalagi Pak?” tanya seorang pramuniaga minimarket saat saya hendak membayar barang yang saya beli.

“Enggak Mbak, itu aja,” jawab saya singkat. Lain cerita jika dia memanggil saya Mas, mungkin saya akan nambah beli barang-barang lainnya hehehe

Sejak 2 tahun terakhir, panggilan Pak atau Bapak sudah mulai akrab di telinga saya jika berinteraksi dengan orang asing. Mulai dari mahasiswa di kampus, pramuniaga atau pelayan hingga klien dalam pekerjaan saya sebagai content creator.

 

 

bardi smart outdoor ip static camera

Salah satu aspek penting dalam hunian adalah keamanan baik itu di dalam maupun di luar rumah. Keamanan bagi para penghuni, benda dan perabotan yang di dalamnya hingga keamanan rumah itu sendiri. Ada banyak sekali gangguan yang bisa mengancam keamanan mulai dari gangguan alam, hewan hingga manusia. Itulah sebabnya kenapa kita harus memasang perangkat keamanan di dalam maupun di luar rumah. Salah satu perangkat keamanan yang paling banyak dipakai adalah CCTV.

 

content creator vlog belanja

Selamat pagi kawan-kawan semua, kita jumpa lagi di tengah kesibukan saya ngonten ya hehehe. Sengaja saya mampir ke sini dulu biar nggak suntuk bikin konten terus. Jangan salah, apapun kerjaannya pasti ada titik bosannya. Jadi saya nyempetin ke sini buat cari teman sharing. Sebagai seorang konten kreator, kerjaan saya menghabiskan banyak waktu di lapangan.

tips bersepeda aman di era pandemi

Kehadiran virus Corona tidak hanya menyebabkan jutaan korban di seluruh dunia namun juga mengubah hampir semua tatatan kehidupan normal yang selama ini kita jalani. Mulai dari belajar, beribadah, bekerja, belanja hingga berolahraga harus dilakukan di rumah saja. Hal ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid 19.



Hai Gengs Biru, apa kabarnya neh? Semoga selalu sehat ya aamiin. Kali ini Papa Ihwan mau sharing tentang TikTok. Seperti kita tahu kalo TikTok sekarang makin booming setelah sebelumnya sempat diblokir di Indonesia. Orang-orang yang dulu ngebully Bowo, sekarang menelan ludahnya sendiri. Bahkan brand-brand besar sekarang mulai melirik TikTok sebagai salah satu media promosi yang efektif.

 

Surabaya, kota terbesar di Jawa Timur ini adalah kota yang penuh dengan segala daya tariknya. Mulai dari objek wisata hingga kuliner yang tinggal kita pilih, asalkan ada budgetnya hehehe. Sebelum wabah Corona melanda Indonesia, saya cukup sering main ke Surabaya. Mulai dari ada undangan liputan event hingga liburan bersama keluarga tercinta. Karena seringnya ke Surabaya, sampai ada teman di social media yang mengira kalau saya orang Surabaya.

Semenjak ada Corona yang berdampak pada semua sektor, termasuk ekonomi, membuat saya tidak pernah lagi ke Surabaya. Peraturan pemerintah agar semua aktivitas dilakukan di rumah membuat brand-brand tak lagi mengadakan acara secara offline, sehingga tidak ada undangan liputan lagi. Lalu penetapan Surabaya sebagai Zona Merah dan pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di setiap kota membuat orang juga tidak bisa keluar masuk kota semaunya.

Ada beberapa hal yang saya rindukan dari Surabaya sehingga jika Covid 19 nanti sudah reda, ingin sekali bertandang ke Kota Pahlawan ini.

1.       Naik Kereta Api

Kami selalu naik kereta api jika pergi ke Surabaya. Faktor kenyamanan dan harga tiket yang murah menjadi pertimbangan utama kami. Kereta ekonomi zaman now sudah jauh lebih keadaannya daripada kereta api ekonomi zaman dahulu. Dengan suasana gerbong yang ber-AC, kursi yang nyaman dan jadwal yang pasti membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak pun bisa bermain dan tidur di sepanjang perjalanan.

Begitupun saat turun di stasiun, suasana yang ramai dengan para penumpang itu rasanya ngangenin. Meskipun kadang harus berdesak-desakan saat hendak naik atau turun dari kereta api sambil membawa tas ransel dan menggandeng anak-anak, namun itu semua adalah asam garam perjalanan yang menguatkan mental kita.

 

2.       

Ngemall

Nggak usah kuatir mati gaya kalau ke Surabaya karena di sana banyak sekali mall yang bisa kalian kunjungi. Mau cari mall yang pangsa pengunjungnya masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah hingga yang mewah dan high class, tinggal pilih saja. Sebut saja Plaza Surabaya (Delta Plaza), Royal Plaza, Tunjungan Plaza, Ciputra World Mall, City of Tomorrow adalah beberapa mall di Surabaya yang pernah kami kunjungi.


Dari semua mall di atas, favorit saya adalah Royal Plaza. Royal Plaza lokasinya strategis karena dekat dengan Stasiun Wonokromo sehingga kami tidak kuatir ketinggalan kereta jika ngemall ke sana. Mall-nya luas dengan berbagai macam tenant mulai dari fashion, makanan hingga supermarket. Harganya juga cukup terjangkau jadi nggak perlu kuatir merasa insecure atau dompet jebol kalau main ke sini.

 

3.       Staycation

Alhamdulillah kami sudah merasakan staycation di beberapa hotel di Surabaya, mulai dari yang kelas penginapan, menengah hingga yang cukup mewah buat ukuran kantong kami. Kami pernah menginap di sebuah penginapan di sebuah gang di belakang Royal Plaza Surabaya. Waktu itu Mama Ivon ada undangan acara blogger di Royal Plaza, karena budget sedang tipis kami putuskan cari penginapan yang murah meriah. Yang penting tetap nyaman buat tidur meskipun tidak dapat sarapan.


Pernah juga menginap di hotel berbintang antara lain Hotel Sahid Surabaya, Best Western Papilio, Fave Hotel Rungkut, Santika Premiere Surabaya hingga Educity Apartemen. Selain ingin coba bagaimana rasanya menginap di hotel mewah, nyenengin anak karena ada kolam renangnya juga bisa buat konten baik itu untuk blog, youtube maupun sosmed.

4.       Travelling

Kalau untuk travelling, objek wisata yang pernah kami kunjungi masih terbatas. Penyebab utama adalah wilayah Surabaya yang sangat luas, selama ini untuk transportasi di Surabaya kami menggunakan transportasi online. Budget untuk transportasi bisa membengkak jika kami travelling ke objek wisata yang lokasinya jauh dari stasiun dan hotel.

Itulah sebabnya kami memilih liburan ke objek wisata yang dekat dengan stasiun atau hotel, misalnya Monumen Kapal Selam yang dekat dengan Stasiun Gubeng, Pantai Kenjeran yang dekat dengan Educity Apartemen, Transmart Surabaya yang dekat dengan Fave Hotel, Kebun Binatang Surabaya dan Taman Bungkul yang masih berada di tengah kota.

 

Oh iya, kalau sedang liburan  segala sesuatu bisa terjadi, termasuk cidera atau sakit. Kami pernah mengalami kejadian yang mengejutkan saat main ke Plaza Surabaya, Mas Aiman disengat oleh lebah yang bersarang di mulut patung kuda lumping yang berada di depan mall tersebut. Untungnya lebah yang menyengat anak kami bukan tipe yang berbahaya sehingga tidak sampai bengkak dan memerlukan penanganan serius. Tapi tetap saja bikin panik, apalagi kami nggak tahu dimana apotek atau RS terdekat.

Tapi sekarang nggak usah kuatir lagi karena ada aplikasi Halodoc, yang membantu kita mencari informasi rumah sakit atau apotek terdekat dengan lokasi kita. Jadi semisal butuh obat atau tindakan medis tinggal buka saja aplikasi Halodoc. Halodoc sudah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di Surabaya, salah satunya adalah RS Premier Surabaya. Halodoc ini sangat membantu sekali di saat pandemi karena kita tetap bisa berkonsultasi dengan dokter tanpa harus datang ke rumah sakit, trus juga bisa beli obat secara online. Lengkap banget bukan?

 

google529a27a57f6300a3.html