Welcome to our website !

Suka Duka Memiliki Pasangan Sesama Blogger

By Februari 01, 2017


Suka Duka Memiliki Pasangan Sesama Blogger

Namanya jodoh itu memang kadang tidak bisa ditebak kita akan berjodoh dengan siapa, berasal darimana, profesinya apa lalu punya hobby apa saja. Kalau saya dulu memang ada keinginan berjodoh dengan wanita yang setidaknya memiliki passion atau hobby yang sama dengan saya. Saya memiliki beberapa hobby antara lain membaca, menulis, fotografi meski pada kenyataannya folder foto di hape lebih didominasi foto-foto narsis wekekeke. Trus saya juga suka travelling namun saat masih bujang belum bisa tersalurkan karena saat itu belum nemu teman travelling yang pas.

Saya nggak meminta calon istri saya nanti memiliki semua hobby saya di atas, punya satu kesamaan saja itu sudah cukup buat saya. Ndilalah saya ditakdirkan berjodoh dengan wanita yang memiliki 4 hobby tersebut, malahan dia lebih militant dari saya terutama yang membaca, fotografi dan travelling. Tentu saja saya sangat bersyukur karena dengan begitu kami bisa saling sharing dan bersinergi dalam menjalankan hobby kami tersebut.

Dari empat hobby tersebut, yang paling menonjol dan dilihat banyak orang adalah menulis, baik itu menulis buku atau blog. Nah kali ini saya mau sharing apa saja sih suka duka yang kami alami sebagai pasangan blogger suami istri. Jangan dikira memiliki pasangan sama-sama blogger itu adem ayem saja, kadang ada hal-hal yang menguji kesabaran dan kekompakan kami sebagai suami istri. Tapi nggak apa-apa, justru dengan kerikil-kerikil tersebut kami jadi bisa belajar lagi menjadi lebih baik.

Kita mau omongin suka atau dukanya dulu neh?

Hmm bahas sukanya aja dulu ya, biar yang masih single jadi lebih semangat nyari pasangan yang sesama blogger. Eaaaa.


Sukanya Memiliki Pasangan Sesama Blogger


  1. Partner Kolaborasi
Memiliki pasangan sesama blogger membuat saya jadi punya partner untuk berkolaborasi dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan sebagai blogger. Mulai dari menulis, melakukan liputan hingga eksekusi saat tulisan sudah jadi.
Kami memiliki blog keluarga yaitu Keluarga Biru. Di blog niche family and travelling ini kami menuliskan cerita tentang keluarga mulai dari kegiatan sehari-hari hingga travelling. Memang sih saya yang lebih banyak menulis di sana, Mama Ivon pernah beberapa kali menulis juga terutama tema yang memang dia kuasai. Kami pernah kolaborasi menulis satu tulisan lomba dan Alhamdulillah berbuah manis. Hmm kapan ya bisa kolaborasi lagi??
Kolaborasi yang kami lakukan saat liputan biasanya ketika kami menghadiri sebuah event, melakukan review di hotel, restoran atau objek wisata. Kolaborasinya dalam bentuk bagi tugas, misalnya saya yang melakukan interview, Mama Ivon memotret. Dulu pas masih hanya ada Mas Aiman kami gantian jaga, kalau sekarang sudah ada Baby Aira jadi kami bagi tugas jagain satu-satu.
Setelah tulisan jadi kami masih melakukan kolaborasi, biasanya saya selalu share tulisan kami di FP Keluarga Biru. Lalu kami juga saling memberikan komentar di tulisan pasangan, tapi saya beberapa kali pernah dikomplen sama Mama Ivon karena jarang komentar di blognya wekekekeke. #syungkeeem #soksibukdikantor

Kolaborasi positif juga dirasakan oleh pasangan blogger femes Mbak Pungky Prayitno dan Mas Topan Pramukti:
“Semua tentang profesi blog kami nikmati berdua. Ya jungkir balik bikin kontennya, ya begadang nulisnya, ya keringetan pemotretannya, sampe belajar EYD dan editing kami lakukan bareng bareng. Segala rejeki dari blog juga akhirnya kami bisa dinikmati bareng karena ngejarnya bareng.”
Ihiiirr so sweet banget yak, belajar bersama pasangan. Makanya Mblo buruan nikah sana gih hihihi.

  1. Saling Memotivasi
Namanya semangat ngeblog itu kayak iman juga, suka naik turun seenaknya. Nah kalau punya pasangan sesama blogger itu bisa saling memberikan motivasi agar bisa bangkit semangat ngeblog lagi. Kan kita sudah tahu karakter pasangan kita dan tahu juga bagaimana seluk-beluk dunia blog beserta persaingannya sehingga bisa memberikan motivasi yang lebih masuk dan efektif.

Hal ini juga dialami oleh Mbak Rahmah Chemist yang memiliki suami blogger:
Karena suami saya senior di dunia blogging, tentunya saya banyak belajar soal blogging ke dia. Jika ada hiruk-pikuk yang terjadi di dunia blogging seperti DA, Alexa dan semacamnya, saya tetap bisa tenang karena sejatinya suami selalu menenangkan dengan kalimat : "Sudah, Bunda. Dunia Blogging ga sesempit alexa kok. Bunda nulis aja yang bagus dan belajar soal bagaimana mempercantik konten dengan video atau infografis dan paling penting adalah tulisanmu banyak dicari orang."
Hmm sejuk dan adem ya baca advice suaminya Mbak Rahmah ini.

Memang betul, dalam dunia blog tuh ada aja yang bisa bikin kita galau bin baper. Mulai dari peringkat Alexa, nilai DA dan PA, engagement di dalam blog hingga jumlah follower akun social media. Nah dengan memiliki pasangan yang mengerti dunia blog maka hal-hal kecil gitu mah nggak terlalu dipikirin, yang penting cintaku selalu untukmu eaaaaa.

  1. Dapat Job Dobel
Keuntungan kedua memiliki pasangan sesama blogger adalah jika ada job review kami bisa sama-sama mengajukan diri.  Syukur-syukur jika kami berdua lolos sehingga Keluarga Biru mendapatkan pemasukan dobel hehehe.
Atau semisal saya baru saja kelar dapat job review, biasanya saya akan menanyakan apakah agency masih membutuhkan blogger. Jika iya, tentu saja saya langsung mengajukan blog istri kepada agency hehehe.

Mbak Uli Hape menambahkan: “Kalau menghadiri sebuah event bareng maka kami bisa dapat fasilitas, goodie bag, pers release atau honor dobel.”
Lumayanlah buat koleksi goodie bag atau uangnya buat nambah-nambahan asap di dapur.


Dukanya Memiliki Pasangan Sesama Blogger


  1. Rebutan Bahan Tulisan
Iyaaa, kami pernah beberapa kali rebutan bahan tulisan. Yang terbaru tuh kami rebutan bahan tulisan liburan akhir tahun kami ke Yogyakarta. Secara lingkaran pertemanan blogger kami hampir sama jadi sebisa mungkin kami tidak menulis tema yang sama dalam waktu yang berdekatan. Kasihan aja teman-teman nanti bacanya.
Solusinya biar nggak rebutan bahaan tulisan maka kami akan membaginya atau menulis di waktu yang berbeda. Kayak cerita liburan akhir tahun ke Yogyakarta, Mama Ivon menulis cerita kuliner di Jejamuran sedangkan saya menulis cerita piknik ke Pantai Depok.

  1. Rebutan Foto
Ini jugaa beberapa kali jadi rebutan, apalagi ketika kami dulu hanya mengandalkan camera digital. Kalau mau memilih foto-foto travelling buat tulisan saya suka nanya dulu, foto mana yang boleh saya pakai. Melass deh. Kan nggak oke juga jika teman-teman kami melihat foto yang sama di blog kami berdua, jadi pemilihan foto ini harus teliti dan atas persetujuan berdua.
Tapii semenjak saya punya Zenfone 3 (ini bukan promo ya tapi kenyataan namun jika dianggap promo juga nggak masalah) saya bisa memotret sebebasnya saat travelling atau liputan. So nggak ada lagi ceritanya rebutan foto sama Mama Ivon.

  1. Pengeluaran Dobel
Jangan keburu ngiri apalagi sirik dulu kalau melihat kami sama-sama dapat job review karena dalam hal pengeluaran untuk blog kami juga dobel. Mulai dari bayar domain hingga kuota untuk menunjang aktivitas ngeblog kami.
Trus juga jangan ngiri jika kami melakukan liputan berdua apalagi sekeluarga karena nanti kami juga menulis liputan di blog masing-masing.

  1. Ada Event yang Tidak Boleh Bawa Anak
Tidak semua event memperbolehkan blogger membawa anak, memang bisa dimengerti sih karena adakalanya memang kehadiran anak bisa mengganggu konsentrasi saat meliput. Apalagi jika anaknya energik dan aktif seperti Mas Aiman wekekeke.
Pernah neh kami berdua lolos sebuah event padahal tidak boleh membawa anak, bahkan bayi. Naah kami sempat bingung neh mau dititipin ke siapa Duo Ai. Saya sudah mau ngalah aja nggak ikutan nggak apa-apa, untung saja mendekati hari H kami dapat kabar kalau bibi saya pas libur kerja sehingga kami bisa titipin Duo Ai padanya.
Apakah kemudian semua beres? Oh enggak sodara-sodara. Saat di tengah acara, bibi saya menelpon jika Baby Aira menangis karena kehausan. Salah kami juga sih nggak memberikan ASI perahan, akhirnya Mama Ivon pulang dulu untuk memberikan ASI lalu kembali lagi ke event. Untungnya Mas Aiman nggak minta ikutan.

Mbak Rahmah ternyata juga mengalami hal serupa:
Kalau dukanya sih, kadang ga diizinkan ikut event blogger kalau ga boleh bawa anak. Kenapa ga dititipkan ke suami? Suami cuma mengatakan ini: "Bunda, sudah paham mana yang prioritas dalam hidup bunda sebagai istri dan ibu." Dari situ, jawabannya sudah jelas meski dia ga bilang : “Ngga usah ikut.”

Kalau Mbak Pungky Prayitno lain lagi. Tulisan-tulisan suaminya kan banyak yang menjadi viral, nah banyak mahmud yang kemudian ngefans padanya.
“Kalo tulisan dia ada yang viral, jadi banyak mahmud yang ngefans. Trus bilang ngefansnya ke aku. Ih dia cuma boleh jadi idola aku aja, yang lain ga boleh wkwkwk” *posesif*
Kalau saya pernah ngasih pelatihan blog untuk grup wasap yang pesertanya wanita semua. Nah setelah pelatihan blog, admin grup bilang kalau ada salah satu peserta yang naksir saya. Pas saya bilang hal ini pada Mama Ivon, dia hanya ketawa saja. Entah apa makna ketawanya itu saya nggak tahu, mungkin saya dibolehin poligami *eh  #DiBlender


Itulah sharing saya tentang suka duka memiliki pasangan sesama blogger. Menjadi seorang blogger memang membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama pasangan. Dengan adanya dukungan maka kita akan lebih bahagia dan mudah mengembangkan diri dalam dunia blog. Tapi bukan berarti kita harus punya pasangan seorang blogger juga. Banyak kok teman-teman blogger saya yang tetap mendapatkan dukungan meskipun pasangannya bukan seorang blogger. 


You Might Also Like

33 komentar

  1. whaha. menarik mas Bro.
    Btw, asik juga ya kalau kerja bareng, apalagi jobnya dobel. kalau ada undangan bisa bareng. seru gituu.
    salam kenal ya,
    salam dari Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya asyik Mas bisa kerja bareng dan job dobel he3
      Makasih udah mampir dan salam kenal balik.

      Hapus
  2. Mas, kalo soal tema menurut aku ga papa sih mas sama, mungkin bisa diambil dari sudut pandang yang berbeda. Kali aja nanti bisa saling melengkapi infonya untuk pembaca. Kalo aku soalnya kadang bikin tulisan dengan tema sama tapi sudut pandang berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak kami beberapa kali juga melakukan hal itu tapi kebanyakan yang tema travelling sih, kalo parenting kami pilih gantian or siapa yang paling menguasai temanya.

      Hapus
  3. Diblender trus jadiin puding buah ya mas, biar bisa dinikmati bersama? wakaka :p

    Kayaknya aku tau deh event yang mana yang mbak Ivon pulang sebentar, untung lokasinya deket rumah, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekekekke jangan lupa tambah soda biar makin nyezz.
      Ssstt off the record yaaa :P

      Hapus
  4. Asek..asek. aku malah sedang merintis nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suaminya makin semangat ngeblognya Mbak. Orang pendiam biasanya malah suka nulis bisa panjang kali lebar ngeluarin isi hatinya, pengalaman pribadi he3

      Hapus
  5. eh seru mas, yg penting gak rebutan terus dan tetep kompak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas rebutan juga ga sampe berantem kok, rebut-rebutan manja gitu :P

      Hapus
  6. Walaupun ada duka, tapi lebih banyak sukanya kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mas, yuk cari istri blogger juga *eh

      Hapus
  7. Walaupun ada duka, tapi lebih banyak sukanya kan.

    BalasHapus
  8. Seru ya :) kalau aku mikirnya nanti kalau dapet istri blogger, bakalan bikin tulisan tandingan gitu. Aku sebagai suami misalnya nulis : "Ketika Istri Ngambek" gak lama istri nulis juga : "Ketika Suami Nggak Peka"

    Lha, ini blog atau tabloid gosip hahaha. Eh tapi kan judul bisa menipu, walaupun judulnya kontroversial gitu, kalo isinya lucu ngegemesin (kayak aku) ya gakpapa.

    Oke (calon) istri, tunjukkan dirimu!

    omnduut.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakakakak.. Ini seru deh kayaknya. Balas postingan dengan postingan juga :D

      Semoga si calon segera datang ya, Yan ;)

      Hapus
    2. Kalau kami selama ini nggak pernah bikin postingan balas-balasan gitu Yan. Ntar yang ada kami dibully kayak di MP dulu, dicap PDA lagii ahahaha.
      Pengalaman adalah guru yang berharga Yan.

      Hapus
  9. Wah iya, emang paling asik kalo udah bales-balesan postingan :D suka duka, mudah-mudahan awet terus <3

    Salam,
    Senya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami nggak pernah Mas bales-balesan postingan, mending bales-balesannya di kamar aja :D *eh.

      Hapus
  10. kalau punya istri blogger kayaknya bakalan seneng terus dech...! mengapa tidak, dia sering baca motivasi, dia akan selalu mencari ide untuk menulis dan mencari solusi jika masalah. senengnya lagi kalau lagi ngambek, gak mungkin dia ngamuk-ngamuk. paling ngamuk kalau quota internet habis wkwkwkw. tapi ketika saya baca tulisan di atas. eh ternyata ada dukanya juga.

    BalasHapus
  11. asyik ya punya pasangan sesama blogger, suami saya juga ngeblog, setuju sama poin 3 dan 4 hehehe

    BalasHapus
  12. Hahaha enak tu dapat job dobel, mennag lomba juga dobel :D

    BalasHapus
  13. Pasangan serasiii ihwan ivon, suka warna biru dan bahagia selalu ya kalian dari duo ai jadi triple dan kuarter yaaa.. Suka liatnyaaaa..

    BalasHapus
  14. baru nemu post-post'an ini di timeline google plus...bikin baper kontennya mas ^^
    enak sepertinya, bisa kolaborasi buat nulis & nyari bahan buat update di blog

    BalasHapus
  15. apakah aku harus mencari pasangan seorang blogger juga? uunchh unncchhh

    BalasHapus
  16. aku sempet bayangin gimana kalau suami istri lagi ngeblog dirumah. sama2 ngadep laptop udah berasa ky admin. wkkwkw

    BalasHapus
  17. Wkwkwkwkk... seru juga kisahnya, MAs.
    Tpi jadi bikin ngiler sma kekompakannya KEluarga biru ini, hehheee

    BalasHapus
  18. jadi terinspirasi .. :)

    BalasHapus