Welcome to our website !

Cerita Seru Menuju Zenfinity 2017

By Mei 21, 2017




Cerita Seru Menuju Zenfinity 2017


“Mas Arif kemana ya? Kok sampai sekarang belum datang?” tanya saya pada Sandi.
“Coba ditelpon saja Mas.”
Saya melihat ke jam dinding yang terpasang di salah satu dinding di ruang tunggu Bandara Abdulrahman Saleh. Kurang lima belas menit dari batas check-in.

Tidak ada jawaban ketika saya menelpon Mas Arif. Mungkin dia masih dalam perjalanan, pikir saya. Namun agak beresiko bagi saya dan Sandi untuk tetap menunggu di sini. Akhirnya sesuai kesepakatan kami berdua pun check-in untuk mendapatkan boarding pass.

Saya memang agak parno jika akan memulai travelling, terutama takut jika ketinggalan kereta atau pesawat. Maklum, saya pernah punya pengalaman buruk ketinggalan kereta saat travelling ke Yogya-Solo bersama keluarga. Akibatnya tiket kami hangus dan harus tidur di stasiun untuk menunggu kereta selanjutnya.
Sejak saat itu saya jadi lebih disiplin, saking disiplinnya saya sampai salah baca jam keberangkatan. Seperti tadi, saya salah baca jam batas check-in yang sebenarnya jam 10.30 saya kira jam 09.30. Akibatnya saya jadi datang kepagian di Bandara Abdulrahman Saleh wekekeke.






Untunglah tak lama kemudian, Mas Arif datang sehingga kami bertiga bisa masuk bersama-sama ke boarding room. Sedikit surprise ketika melihat Mas Arif juga memakai kaus berwarna biru seperti saya dan Sandi. Nggak nyangka bisa kompakan gini karena sebelumnya kami nggak janjian mau pakai kaus dengan warna yang sama.

Pengalaman Pertama Naik Garuda Indonesia


pengalaman pertama naik garuda indonesia


By the way, kami bertiga adalah blogger Asus yang terpilih untuk hadir dalam event Zenfinity 2017 yang diselenggarakan di Jakarta. Total ada 46 blogger yang lolos seleksi private invitation dari Asus ini, semuanya tersebar hampir dari seluruh Indonesia.
Awalnya kami akan berangkat pukul 9 pagi namun akhirnya diundur pukul 11. Alasannya jika berangkat jam 9 maka kami akan menunggu terlalu lama rombongan blogger lainnya. Kami sih setuju-setuju saja, apalagi kami malah mendapatkan maskapai yang jauh lebih baik yaitu Garuda Indonesia.
Beberapa hari yang lalu saya sempat liat vlog seorang youtuber tentang pengalamannya naik Garuda Indonesia 1st class. Eh nggak nyangka malah sekarang saya akan merasakan juga terbang bersama Garuda Indonesia, meskipun bukan 1st Class namun tak mengurangi kebahagiaan bisa terbang menggunakan maskapai penerbangan nomer 1 di Indonesia. Thanks Asus, saya jadi merasa special.

View dari jendela Garuda Indonesia


Terbang menggunakan Garuda Indonesia Economy Class buat saya sudah sangat nyaman karena ruang lebih luas dan nyaman, tempat duduk yang dapat disesuaikan, tersedia pijakan kaki USB & stopkontak di setiap kursi dan yang paling asyik adalah adanya layanan in-flight entertainment selama di dalam pesawat. Jadi kita tidak akan merasa bosan. Kita bisa menikmati hiburan berupa lagu, film, televisi dan game.


fasilitas di Garuda Indonesia


Saya lalu mencari lagu dari musisi muda yang sedang ngetop-ngetopnya sekarang yaitu Ed Sheeran. Yess, tersedia satu album. Saya pun kemudian memutar lagu-lagu yang ngetop dari album X (Wembley): Photograph dan Thinking Out Loud. Kelar menikmati lagu-lagu Ed Sheeran saya kemudian menonton koleksi film yang disediakan Garuda Indonesia. Meskipun bukan film-film terbaru namun tetap enak dinikmati, saya memilih untuk bernostalgia dengan film Avatar. Sementara itu Sandi yang duduk di sebelah saya menonton film Sabtu Bersama Bapak.

fasilitas di Garuda Indonesia


Sekitar pukul 12 siang pesawat yang kami naiki mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Amaziiing, itulah kesan yang saya rasakan ketika melihat desain arsitektur Terminal 3 yang begitu megah dan modern ini. Saya sudah pernah melihat foto-foto Terminal 3 di blog milik teman, nggak nyangka akhirnya saya bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri. Saya nggak akan mendapatkan kesempatan yang bagus ini jika tidak naik pesawat Garuda Indonesia. Thanks again to Asus yang sudah memberikan pengalaman yang berkesan buat saya dalam perjalanan menuju Zenfinity 2017.

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta


Insiden Kardus yang Tertukar di Terminal 3


Saat kami datang, rombongan blogger ternyata sudah berangkat duluan ke hotel. Alhasil kami pun harus menunggu undangan media yang belum datang. Meski nggak bisa ketemu dan bareng teman-teman blogger yang berasal dari seluruh Indonesia namun kami tetap senang karena ada hikmah di balik itu.
Kami jadi bisa bertemu dengan Mbak Marisa Pratiwi, salah satu tim Asus yang menjadi idola dan pujaan hati para Blus (Blogger Asus) hingga ZenFans. Saya pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, saya kemudian mengajak Mbak Marisa dan Mas Advent Jose untuk wefie. Lalu saya upload foto kami itu di grup wasap Blus dan langsung bikin yang lain baper dan iri. Sambil menunggu rombongan media yang belum datang, kami bertiga pamit dulu untuk sholat Dhuhur. 


Cerita Seru Menuju Zenfinity 2017


Setelah sholat kami kembali bergabung dengan rombongan Asus. Tak lama kemudian, ada telpon masuk di HP saya. Saya agak terkejut saat melihat nomernya yang diawali nomer lokal Jakarta. Sambil bertanya-tanya siapa gerangan yang menelpon, saya pun menjawab panggilan tersebut.

“Ini dengan Bapak Ihwan Hariyanto?”
“Iya Mbak, benar. Ini dari mana ya?”
“Kami dari Garuda Indonesia Pak. Kami ingin konfirmasi apakah Bapak tadi membawa kardus berisi oleh-oleh?”
“Iya benar Mbak, isinya oleh-oleh khas Malang. Memangnya kenapa Pak?”
“Sepertinya tertukar Pak, sebab ini ada penumpang yang laporan jika barangnya tertukar. Mohon dicek tulisan di kardus yang Bapak bawa apakah atas nama Bapak Anton. Jika benar, maka kami akan tukar kardusnya. Bapak sekarang posisinya dimana?”
“Saya di depan Starbuck.”
“Baik, kami tunggu di security dekat Starbuck.”

Saya pun segera memberitahu Mas Arif yang kebagian membeli oleh-oleh khas Malang. Kami pun segera mengecek nama di kardus yang tadi kami ambil. Di sana tertulis nama: Anton. Saya sendiri nggak begitu hafal dengan kardus oleh-oleh yang kami bawa. Tapi memang sempat heran juga kok talinya putus padahal saat di Bandara Abdulrahman Saleh Malang masih ada talinya. Rupanya Mas Arif dan Pak Anton membeli oleh-oleh di tempat yang sama.
Kami bertiga lalu menungggu di security yang berada tak jauh dari Starbuck. Tak lama, datanglah seorang wanita bersama rombongan keluarga kecil.

“Mohon maaf ya Pak, tadi kami salah ambil.”
“Iya nggak apa-apa Mas. Tadi saya sudah yakin pasti tertukar karena punya saya itu ukurannya besar, lha kok ini kecil.” #MAKJLEB dengernya.
“Iya Pak, sekali lagi mohon maaf yaa,” ucap kami bertiga malu-malu kucing.

Setelah menyelesaikan insiden kardus oleh-oleh yang tertukar, kami kembali lagi ke rombongan Asus. Kebetulan semua media sudah berkumpul sehingga kami pun bisa segera berangkat menuju ke Pullman Hotel Jakarta Central Park.




Mau tau gimana keseruan event Zenfinity 2017? Nantikan di tulisan selanjutnya yaa.



You Might Also Like

12 komentar

  1. kok penerbangannya bedaaaaaa.... ekslusif ini pastiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak Koh, sama aja. Kami diganti pesawatnya biar nggak nunggu kelamaan di bandara. Asus kan emang baik dan pengertian.

      Hapus
  2. Wkwkwkwk baru tau ada insiden kardus yang tertukar. Bener2 banyak cerita seru ya selama Zenfinity 2017 kemarin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung kami nggak keburu cabut ke Pullman, kalo udah cabut kasian Bapak Anton dapat kardus yang kecil hehehehe.

      Hapus
  3. Gara-gara aku begadang malamnya nih...jadi ndak fokus pada nomer bagasinya

    BalasHapus
  4. Wah Garuda hihi...
    Apa Lion gak ada, eh hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari pihak travel hanya kasih opsi pengganti Garuda Mas.

      Hapus
  5. aku salfok ma bandaranya mas, arsitekturnya kok apik hihihi...

    BalasHapus
  6. Hepi ya bisa diundang Asus lagi, seru ya persiapan mas Ihwan.

    BalasHapus
  7. Makjleb, ukuran kardusnya dikomentari. Muahahahaha.

    Kece kece banget emang BLUS ini. Dan, belom kesampaian lagi jumpa sama Ihwan. Kayaknya kudu aku samperin bener ini di Malang ya haha.

    Ditunggu tulisan selanjutnya Wan :)

    omnduut.com

    BalasHapus
  8. Baru tau, senangnya blogger juga bisa diajak jalan-jalan. Ceritanya bagus. Dan tentang kardusnya? Hahahaha.

    Aku follow deh blog ini.

    penjualgorengan.wordpress.com

    BalasHapus