Welcome to our website !

Travelling ke Lombok di Bulan Ramadan? Why Not

By Juni 06, 2017 ,




pesona ramadan di lombok sumbawa


“Lombok selain sebagai destinasi wisata juga dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid karena sejauh mata memandang, maka kita bisa dengan mudah menemukan masjid. Nanti silakan Bapak dan Ibu lihat di sepanjang jalan yang kita lewati ada berapa masjid,” ujar Pak Agus, tour guide lokal yang menjadi pemandu kami ketika rombongan studi banding kami baru saja tiba di Lombok.

Jujur saya baru tahu jika Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid, dalam pikiran saya Lombok itu identik dengan pantainya yang indah dan keseruan snorkeling. Maklum saya sering melihat foto-foto sepupu istri yang setiap minggu menjelajah pantai-pantai Lombok dan saya kagum dengan pemandangan di bawah lautnya yang menakjubkan.

Sisi Religius Lombok: Pesona Seribu Masjid


“Sebentar lagi kita akan melihat Tugu Giri Menang Square atau TGMS. Tugu ini merupakan simbol jati diri kami sebagai masyarakat Lombok Barat pada khususnya dan masyarakat Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok pada umumnya. Tugu Giri Menang Square dibangun tahun 2013, tugu ini merupakan monumen Tugu Selamat Datang di Pulau Seribu Masjid.”
Sayang sekali posisi saya berada di sebelah kiri sehingga tak bisa melihat secara leluasa melihat Tugu Giri Menang Square. Meskipun begitu saya sempat memotretnya dengan kamera smartphone saya. Tugu yang berupa masjid berkubah warna emas itu tampak begitu gagah dengan latar belakang bukit dan pegunungan yang indah.




Kami pun meninggalkan Tugu Giri Menang Square, andaikan saja tidak pergi berombongan saya akan berhenti sebentar untuk berfoto di sana.

“Nah, Bapak Ibu coba lihat di sebelah kanan kita. Di sana tampak masjid yang cukup besar!” seru Pak Agus sambil menunjuk ke arah persawahan. Saya tentu saja jadi kepo, masa iya di balik sawah yang luas itu ada masjid. Ternyata memang benar, jauh di sana tampak bangunan masjid berwarna kuning dengan empat menaranya yang menjulang tinggi. Kekaguman saya pada Lombok kini bertambah satu lagi. Lombok tak hanya memiliki pesona alam dan wisata saja, namun ada sisi religius yang bisa kita lihat yaitu sebuah pulau yang memiliki pesona seribu masjid.

Masjid di kejauhan (lingkaran)


Mudahnya Menjalankan Ibadah di Lombok


Agenda studi banding di hari pertama adalah mengunjungi Perpustakaan Universitas Mataram, pusat oleh-oleh Lombok Exotic dan terakhir adalah ke Islamic Center Mataram. Sengaja Islamic Center Mataram dikunjungi terakhir kali karena kami sekalian menjalankan sholat Maghrib di sana.




Subhanallah, itulah yang terbersit di benak saya manakala melihat Islamic Center Mataram untuk pertama kalinya. Masjid nan megah dengan gaya arsitektur memadukan karakteristik bangunan tradisional Lombok dan Sumbawa. Perpaduan warna kuning, orange dan hijau begitu serasi sehingga membuat Islamic Center Mataram sangat eyecathing ketika dilihat dari kejauhan. Tak mengherankan jika Islamic Center Mataram disebut sebagai masjid paling indah dan megah di Lombok. 
 


Masjid yang memiliki minaret (menara masjid) yang diberi nama Menara 99 ini dibangun sebagai pusat kebudayaan, wisata religi, pasar seni, dan aktivitas religius lainnya. Berada di Islamic Center Mataram ini membuat saya jadi berangan-angan bagaimana suasana Ramadan di Pulau Seribu Masjid ini.





Ngomongin tentang masjid di Lombok saya mengalami beberapa pengalaman berkesan. Yang pertama saat saya berada di hotel, saya bisa dengan mudah mendengar suara qiroah dan kumandang adzan Shubuh yang berasal dari masjid di sekitar hotel. Sehingga saya pun tak pernah ketinggalan menjalankan sholat Shubuh. 

Lalu ada juga pengalaman berkesan lainnya yang saya alami ketika pergi snorkeling di Gili Trawangan. Sebelum ke Gili Trawangan kami mengunjungi Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB selama kurang lebih satu setengah jam. Waktu itu kebetulan bertepatan dengan hari Jumat sehingga saya sempat ketar-ketir apakah nanti tetap bisa menjalankan ibadah sholat Jumat di Gili Trawangan.
Perjalanan dari kota Mataram ke pelabuhan yang ada di Pantai Senggigi hingga kemudian menyeberang ke  Gili Trawangan memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, seingat saya kami baru snorkeling sekitar pukul 11 siang. Saya sudah pesimis mana mungkin bisa menjalankan sholat Jumat setelah snorkeling. Perkiraan saya di Gili Trawangan yang dipenuhi dengan cafĂ© dan wisatawan mancanegara itu tidak ada masjid. Ternyata perkiraan saya salah, di pulau itu ada beberapa masjid. Waktu itu kami menjalankan sholat Jumat di Masjid Baiturrahman, lokasinya tidak jauh dari pantai dan dermaga.



This photo of Masjid Agung Baiturrahman is courtesy of TripAdvisor


Keberadaan Masjid Baiturrahman dan masjid-masjid lainnya di pulau yang menjadi surga bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Lombok tetap memegang teguh syariat agama Islam. Sebuah keteguhan prinsip yang patut untuk diteladani mengingat bahwa para wisatawan itu pastinya membawa pengaruh positif sekaligus negatif bagi masyarakat Lombok.


Travelling ke Lombok di Bulan Ramadan? Why Not



Traveling atau berwisata saat Bulan Ramadan itu memiliki tantangan tersendiri, apakah mau tetap berpuasa atau memanfaatkan keringanan sebagai musafir. Tantangan lainnya adalah mencari masjid yang dekat dengan hotel tempat kita menginap. Meskipun sedang liburan jangan sampai meninggalkan ibadah, apalagi di Bulan Ramadan yang mulia ini. Jika ada rezeki atau tawaran untuk traveling di Bulan Ramadan maka Lombok akan menjadi pilihan pertama saya.

Dengan Pesona Seribu Masjid yang dimiliki Lombok maka travelling ketika Ramadan akan menjadi sebuah pengalaman wisata religi yang tidak hanya berkesan di hati namun juga semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT. 




Islamic Center Mataram tentu akan menjadi masjid pertama yang ingin saya kunjungi jika Ramadan tahun ini berada di Lombok. Tidak hanya berkunjung namun tentu saja saya ingin menjalankan ibadah Sholat Tarawih di masjid yang pada tahun ini mendatangkan 4 imam besar dari 4 negara untuk menjadi ima Sholat Tarawih. Para imam itu antara lain adalah Prof. Dr. Syeikh Khalid Barakat dari Lebanon, Syeikh Ezzat eL-Sayyed dari Mesir, Syeikh Mouad Douaik dari Maroko, dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania. Dengan menjadi makmum dari para imam besar tersebut maka kita akan merasakan pengalaman sholat layaknya kita sholat di MekkahTak hanya sholat tarawih, para imam besar itu akan terlibat dalam kegiatan lainnya antara lain: Sahur, Dialog Pagi, Berbuka Puasa, dan Tadarusan. Sebuah kesempatan langka yang sangat sayang untuk dilewatkan.




Pesona Ramadan di Lombok akan semakin berkesan karena Dinas Pariwisata NTB akan menggelar buka puasa bersama di Islamic Center Mataram. Bahkan khusus pada hari Jum’at akan disiapkan 1.000 takjil bagi para muslim yang datang ke Islamic Center. Tak ketinggalan juga ada acara berbuka puasa untuk 1.000 anak yatim yang disumbangkan oleh para pengusaha berasal dari Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) NTB dan pengusaha hotel di Lombok. Atmosfer Ramadan juga akan semakin meriah karena Lombok akan dihiasi oleh 1000 lampion yang merupakan sumbangan dari pengurus Persatuaan Islam Tionghoa Indonesia NTB dan Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia NTB.

Masjid indah lainnya di Lombok yang akan saya kunjungi jika Ramadan tahun ini ada di Lombok antara lain: Masjid Al Akbar di Masbagik, Lombok Timur, Masjid Kopang di Lombok Tengah, Masjid Agung Praya di Lombok Tengah dan Masjid Jamiq di Selong, Lombok Timur.

Seperti yang saya ceritakan di awal jika saya belum sempat berhenti di Tugu Giri Menang Square ketika baru tiba di Lombok. Nah di bulan Ramadan ini saya ingin merasakan ngabuburit di tugu yang di malam hari terlihat seperti masjid yang bermandikan cahaya tersebut. Ngabuburit di Tugu Giri Menang Square akan memudahkan saya untuk membaur dengan masyarakat Lombok sehingga saya benar-benar bisa merasakan bagaimana pesona Ramadan di Lombok.

 
sumber gambar: http://www.tulismenulis.com

Selain wisata religi dengan beribadah ke masjid-masjid indah di Lombok, pesona Ramadan di Lombok yang ingin saya coba jika Ramadan ini berada di Lombok adalah berbuka puasa dengan kuliner khas Lombok hehehe. Maklum saya dan istri termasuk pencinta kuliner sehingga jangan sampai dilewatkan. Apalagi Lombok memiliki kuliner khas seperti Pelecing Kangkung, Bebalung Sapi, Sate Rembiga hingga Ayam Taliwang. 




Alhamdulillah di kunjungan ke Lombok kemarin saya sudah mencoba semua menu kuliner tersebut. Aah, saat menuliskannya saja saya sudah menelan ludah membayangkan berbuka puasa dengan kuliner Lombok yang menggoyang lidah dan bikin kangen itu.


 
Itulah khayalan indah saya jika Ramadan tahun ini berada di Lombok. Dengan Pesona Seribu Masjid yang dimiliki oleh Lombok tentunya akan membuat ibadah puasa kita semakin berkualitas. Banyaknya masjid di Lombok akan memudahkan kita dalam beribadah mulai dari sahur,sholat tarawih hingga tadarus Al-Quran bersama. Jadi tak ada alasan untuk khawatir terganggu ibadah kita jika travelling atau berwisata ke Lombok di Bulan Ramadan.


http://www.genpilomboksumbawa.com/lombablog



Referensi:

https://globalfmlombok.com/read/2017/05/18/lima-imam-besar-dari-timur-tengah-akan-jadi-imam-shalat-tarawih-di-islamic-center.html

https://m.tempo.co/read/news/2017/05/27/151879082/imam-pertama-salat-tarawih-ramadan-islamic-center-ntb-dari-mesir

https://lombokexploring.wordpress.com/2013/04/24/landmark-tugu-giri-menang-town-square-gerung-lombok-barat/





You Might Also Like

30 komentar

  1. Pesona Lombok luar biasa, ingin balik lagi ke sini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kemarin hanya 3 hari masih kuraaang. Moga ada rejeki bisa ke sana lagi dengan keluarga, aamiin.

      Hapus
  2. Satenya bikin ngilerrr ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uenaak Mas, saya aja sampe beli buat dibawa pulang.

      Hapus
  3. Aku suka sate rembigenya enak banget. Sama plecing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakaatt, duh jadi pengin berbuka ama sate rembige dan plecing.

      Hapus
  4. Kuliner bakso balung lrbih mempesona mas...

    Nasi campurnya juga oke banget disana..

    Belum puas keliling lombok..butuh sekali lagi kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiih, seger buat berbuka ya Mas.
      Moga ada rejeki ke sana lagi, aamiin.

      Hapus
  5. Enggak nyangka, masjid di lombok megah2 begitu...
    Pengen bgt main ke sana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mbak, saya awalnya juga ga nyangka dan kagum pas liat masjid-masjid di Lombok. semoga diberi rejeki main ke Lombok, aamiin.

      Hapus
  6. Aku baru tahu loh mas, lombok itu dijuluki pulau 1000 masjid... Aman nih dolan ke lombok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau wisata halal yang ga kalah sama Bali, Lombok jawabannya Wit. Semoga dapat rejeki main ke sana ya, aamiin.

      Hapus
  7. Lombok ini salah satu kota yang selalu ingin kukunjungi kembali
    Penduduknya ramah, alamnya indah, toleransi beragamanya top

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa Mbak, saya ingin kembali lagi ke sana, bersama keluarga pastinya.

      Hapus
  8. Kulinernya bikin ngiler, Wan. Jadi kangen Lombook lagi :)

    Pulau Seribu Masjid, meski jumlahnya nggak benar-benar seribu. Sama seperti Tidore, dijuluki pulau seribu masjid juga, tapi ga sampai seribu. Hanya sebutan karena saking banyaknya masjid di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak, aku baru dua minggu aja udah kangen lagi.
      OOh Tidore juga punya sebutan yang sama, semoga kelak ada rejeki bisa main ke sana, aamiin.

      Hapus
  9. Sepertinya masjid itu beberapa hari lalu masuk Net, eh opo itu liputanmu yo Wan? wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukaan Pril, punya masih waiting published :D

      Hapus
  10. Wah Islamic Center nya megah banget. Aku yang bukan Muslim aja bergetar lihat fotonya. Teman-teman Muslim pasti jauh lebih bergetar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, selain itu juga adem di hati berada di sana.

      Hapus
  11. Ehh.. aku juga baru tau lho Julukan Lombok Pulau Seribu Mesjid

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa datang ke sana untuk membuktikannya Mas, aamiin.

      Hapus
  12. Ehh.. aku juga baru tau lho Julukan Lombok Pulau Seribu Mesjid

    BalasHapus
  13. Tapi lebaran di Lombok itu agak garing.. salam-salamannya pas abis salat ied trus udah, sepi lagi. Soalnya rata-rata pada lanjut puasa syawal, baru ntar lebaran ketupatnya yang ruamee.

    masih ada sate bulayak, sate ikan, sate pusut, nasi puyung, ayam rarang yang belum dicoba mas. Moga bisa balik ke lombok lagi sama keluarga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooh gitu ya, samean pernah tinggal di sana kah Mbak?
      Wiih ternyata masih banyak jenis kulinernya, aamiin penginnya sih juga gitu.

      Hapus
  14. Lombok yang tak terlupakan, sayangnya saya kemarin cuma sebentar saja singgah ke Lombok... salam...

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, makin banyak sisi positif dan serba baik ttg Lombok yg tersebar pun dirasakan langsung teman2 blogger se Indonesia.

    Jadi, kisah2 saya sekarang jg telah jadi kisah2 di banyak pencerita lain.

    Ditunggu kbr2i utk visit berikutnya bersama klg ya pak.

    Salam dr ujung timur Lombok.

    BalasHapus
  16. Masjidnya indah banget. Baru tahu kalau ada banyak masjid keren di Lombok. Alhamdulillah.

    BalasHapus