Welcome to our website !

Mengundang atau Diundang Mantan ke Pernikahan

By Januari 16, 2018 , , , , ,



Mengundang atau Diundang Mantan ke Pernikahan
sumber: @/raisa6690


Pagi itu time line FB saya dihiasi indahnya janur kuning berita tentang video seorang pengantin pria yang jatuh pingsan di pelukan mantannya. Nokis, sang pengantin pria ini jadi baper karena Novi, sang mantan menyanyikan lagu Balo Lipa. Lagu Balo Lipa ini adalah lagu Tenda Biru versi Bugis yang bercerita tentang seorang pria yang ditinggal menikah sama kekasih hatinya.


Alkisah, Nokis dan Novi ini pernah menjalin hubungan asmara yang cukup lama, bahkan keluarga Nokis sudah pernah melamar Novi sampai 3 kali namun selalu ditolak karena Novi masih kuliah. Meskipun begitu mereka tetap pacaran hingga kemudian Novi pindah dari Sengkang, kota mereka di Sulawesi Selatan, ke Jambi. Berhubung Nokis nggak tahan LDR, dia minta putus. Beberapa bulan kemudian, dua-duanya sudah punya pacar lagi.

 
Nokis dan Musriani wefie bersama salah satu tamu.

Nokis akhirnya menikah dengan Musriani. Menurut cerita Novi, ibunya Nokis meminta Novi untuk datang di pernikahan Nokis. Novi yang sudah menganggap orang tua Nokis seperti orang tuanya sendiri tak sampai hati menolak undangan tersebut. Cerita yang berbeda justru dituturkan oleh kakak Nokis, sebenarnya ibunya Nokis sudah melarang Novi datang di pernikahan anaknya. Tapi Novi malah nekat datang bersama teman-temannya. Dan akhirnya terjadilah tragedi nyanyi Balo Lipa-cium-peluk-pingsan tersebut. Entah cerita siapa yang benar, nasi sudah menjadi bubur. Kisah Nokis-Novi sudah terlanjur viral tidak hanya di internet namun hingga ditayangkan di sebuah televisi swasta. Mungkin sebentar lagi, mereka akan diundang ke acara Hitam Putih atau Pagi-Pagi Pasti Happy :D


Diundang Mantan ke Pernikahan



Berbicara soal diundang atau mengundang mantan ke pernikahan, saya sendiri pernah mengalaminya. Kita bahas yang diundang dulu yaa. Saya dulu pernah pacaran ama seorang gadis yang tinggal di Kebonsari, sebut saja namanya Melani (kalau pakai nama Melati ntar dikira kisah kriminal atau mesum). Meskipun kami hanya pacaran sebentar namun kisah-kasih saya bersama Melani ini cukup membekas di hati sehingga saya sampai gagal move on. Suatu ketika saya menghubunginya lagi dan ternyata dia sudah punya kekasih lagi. Bahkan mereka sudah sampai tahap lamaran.

Bukannya mundur, saya malah tetap menjalin komunikasi dengan Melani. Apalagi Melani kemudian mengutarakan sesuatu hal yang bikin saya makin nggak bisa move on, kurang lebih dia ngomong gini ke saya:

“Kenapa ya dulu saat kita masih bersama aku nggak bisa melihat ketulusan cintamu Mas. Tapi kini setelah aku bersama yang lain, aku malah baru menyadarinya.”


Anjaaay…bukannya ngadem-adem hati saya biar tobat nggak gangguin calon istri orang, eh ini cewek malah ngundang-ngundang buat selingkuh. Karena kami sama-sama gagal move on akhirnya saya pun jadi penganut lagunya Astrid: “Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia. Walaupun kau takkan pernah, kumiliki selamanya.”

Tapi emang bener katanya band Merpati bahwa Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah. Jadi selingkuhan itu lebih banyak makan hati dan rasanya sebagai seorang lelaki kok nggak ada harga dirinya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Saya berharap setelah saya pergi, dia akan hidup bahagia dan tenang bersama calon suaminya. Eh lha kok suatu hari saya lihat di status FB-nya bahwa dia jatuh cinta ama pria yang lain lagi.

Saya pun kemudian mengklarifikasi hal tersebut dan dia dengan enteng mengakuinya. Omaigot, ini cewek apa emang doyan selingkuh. Di situ saya pun sadar dia nggak pantas untuk saya kejar-kejar bahkan dijadiin calon istri. Saya pun meluapkan amarah dan kekesalan saya padanya, sekalian juga nyeramahin dia agar nggak selingkuh lagi. 


Nggak lama setelah itu, Melani menikah dengan calon suaminya dan saya pun diundang ke pernikahannya. Dia tidak mengirimkan undangan sih, hanya lewat sms. Bahkan salah satu sahabatnya juga mengajak saya untuk datang ke pernikahan Melani. Tapi saya dengan tegas menolak meskipun diundang pakai undangan resmi sekalipun.

Kondisi hati saya saat itu masih belum stabil, masih ada rasa marah dan benci sama Melani. Kalau saya nekat datang yang ada saya malah jadi baper dan gagal move on lagi. Yang namanya benci dan cinta itu kan bedanya tipis cuy, kalau nggak percaya tanya deh ama Diana Nasution atau Ello yang nyanyi lagu Benci Tapi Rindu. 


Mengundang Mantan ke Pernikahan



Selain diundang mantan ke pernikahannya saya pun juga pernah mengundang mantan ke pernikahan saya. Alkisah saya pernah pacaran sama seorang gadis yang rumahnya hanya beda gang aja, lebih tepatnya dia tetangga kakak ipar saya. Sebut saja namanya Rose (alasan pemilihan nama tetap sama kayak di atas).

Waktu itu kami dari awal sudah sepakat bahwa hubungan ini dijalani dengan serius, makanya pembahasan kami sudah sampai di rencana pernikahan. Nah kami ada perbedaan pendapat tentang penentuan waktu pernikahan dan tinggal dimana setelah menikah. Rose ingin agar kami menunggu kakaknya menikah terlebih dahulu dan nanti setelah menikah dia ingin agar kami tinggal di rumahnya. Alasannya karena dia ingin menjaga nenek dan kakeknya, kedua orang tuanya sendiri tinggal terpisah dengannya.

Karena saya ingin mendukung keinginannya untuk menjaga nenek dan kakeknya, saya pun mau tinggal di rumahnya setelah menikah. Tapiii saya tidak memenuhi persyaratan yang pertama karena kakaknya saat itu masih bekerja di luar negeri dan belum ada kejelasan kapan dia pulang dan akan menikah. Saya ingin ada win-win solution di antara kami, di samping itu usia saya sudah melewati target usia menikah saya. Saya tidak ingin menunda lebih lama lagi. 


Namun Rose tetap bersikukuh dengan dua persyaratannya tersebut, saya pun juga begitu tetap ingin ada win-win solution. Karena tidak menemukan titik temu, hubungan kami pun jadi merenggang. Karena tak ingin membuang-buang waktu menunggu sesuatu yang tak pasti akhirnya saya putuskan untuk menyudahi hubungan kami.

Sampai akhirnya saya bertemu Mama Ivon dan kami memutuskan untuk menikah, saya tidak berniat mengundang Rose ke pernikahan kami. Namun kakak saya ingin mengundang Rose dengan pertimbangan karena dia adalah tetangga kakak ipar saya. Saya mengutarakan hal ini pada Mama Ivon dan ternyata dia tidak keberatan. Ndilalah Rose tidak datang, belakangan kami baru tahu kalo ternyata kakeknya meninggal dunia tepat di hari pernikahan kami. Innalillahi…


Itulah cerita saya tentang Diundang dan Mengundang Mantan ke Pernikahan. Alhamdulillah tidak terjadi peristiwa heboh seperti Nokis dan Novi, jadi mohon maaf ya yang sudah baca sampai habis tapi tidak mendapatkan cerita heboh yang diinginkan wekekeke. Buat yang masih jomblo atau mau menikah, sebelum memutuskan untuk mengundang mantan atau datang di pernikahan mantan sebaiknya pertimbangan terlebih dahulu baik dan buruknya. Tanyakan pada diri sendiri apa urgensinya kita mengundang mantan atau datang ke pernikahan mantan, kalau Anda atau mantan masih belum bisa move on sebaiknya jangan. Daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ingatlah ada pasangan resmi dan keluarga pasangan yang akan terluka jika ternyata terjadi peristiwa heboh apalagi memalukan seperti kisah Nokis dan Novi di atas.



You Might Also Like

16 komentar

  1. Aku nggak diundang ataupun ngundang mantan pas nikahan. Tapi kayaknya, kami nikahnya hampir barengan..

    Cuma sblm nikah..sempat di tlp2 nomor asing..trus diangkat ga jawab..

    Krn penasaran, aku konfirmasiin ke mantan..ternyt itu nomor calon istrinya... (Nggak ngerti mksdnya apa)

    BalasHapus
  2. Kalau mantan berani mengirimkan undangan ke saya, akan saya curi janur kuningnya, tak sasak tarupnya pakai truk...hahahaha
    Tapi sayangnya saya nggak punya mantan..hehe
    Mantap ceritanya mas..

    BalasHapus
  3. Karena lagi ramai kasus si novi ini terbaca oleh saya. Tapi jujur saya gak penasaran. Gak tertarik juga. Justru kisah melani dan rose yang bikin senyum2 lho :)
    *btw, mama ivon ada mantannya?

    BalasHapus
  4. mas ini aku dapat undangan mantan, ada referensi lagu kah, mau nyumbang nih hahahhaha

    BalasHapus
  5. undang mengundang mantan ini memang bikin baper
    setiap kisha memang seperti sinetron

    BalasHapus
  6. huaa bingung mau komentar apa. beda tipis sama kisahku. nek mantanku malah ga tahu blas rimbanya,tapi dulu cinta pertamaku kukasih undangan nikahanku, dia ga datang. giliran dia nikah, aku ga tahu blas. haha

    BalasHapus
  7. Weleh...aya-aya wae ya. Saya setuju ga ngundang mantan wong yang bukan mantan aja udah banyak yang harus diundang hehe...lagipula saya ga punya mantan.

    BalasHapus
  8. Mas mas, jadi sakjane mantan sampeyan piro? 😂😂😂

    Duh mau nulis begini aku tak sanggup. Ntar daripada malah bikin gonjang ganjing. Dikira ga bisa move on nanti 😅😅

    BalasHapus
  9. Saya ngundang mantan, tp ga dateng hihihi...

    BalasHapus
  10. huhu... masalh mantan mah, klo diundang gak ush datang aja kak nanti baper...

    BalasHapus
  11. Aku nggak ngundang ato pun diundang mantan. Karena kami di belahan bumi yang berbeda #anjayyy..

    BalasHapus
  12. Aku ngakak baca "Kebonsari" iku omahku sing nang SUroboyo woiiii, wkwkwkwkwk
    Kalau aku mah ogah banget datang dan mengundang mantan ke pernikahan (kayak punya mantan aja wkwkwk), bahkan berhubungan lagi pun ogah, gak penting (malah esmosi wkwkwk).
    Btw mantanmu cek akehe Waaaannn :D

    BalasHapus
  13. Aku ngundang mantanku pas nikah, dan dia juga ngundang aku.. Aku nikah dukuan waktu itu, tp ntahlah, aku ga ngeliat dia ada.. Mungkin ada tp ga salaman dengan aku...

    Giliran dia yg nikah, aku dtg bareng suami dan salaman di panggung.. Untung ga heboh juga sih, mengingat pas kita putus itu berantem di depan rumah kos, bertiga pula.. Aku, suami yg skr dan si mantan huahahahaha.. Cm kita akhirnya bisa move on, dan baikan..

    BalasHapus
  14. Aku pernah diundang dan mengundang, gak ada drama sih.. soalnya abis putus terus jadi temen, kadang pergi bareng-bareng sama yang lain. Waktu mantan dateng ke nikahan ya gak berasa itu mantan.

    Tapi aku pernah jadi saksi drama mantan dateng ke nikahan, ceweknya ditinggal nikah karena si cewek gak ngasi kepastian. Waktu acara si cewek gak diundang tapi ngotot dateng, abis itu naik ke pelaminan ngasih selamat dengan muka sinis setelah itu lari sambil nangis ninggalin acara. Kayak ftv banget, sayangnya si cowok cuek-cuek aja :D

    BalasHapus
  15. Aku sih team ora sudi ngundang mantan tapi bakal datang kalo diundang mantan... Hahah

    BalasHapus
  16. Pernah diundang nikahan mantan. Tapi aku emang berhalangan. Jadi ya nggak dateng. Kalau sekedar mantan yang nggak mengena, aku dateng sih gak papa. Tapi kalo mantan terindah kayaknya mending nggak dateng huehehehe

    BalasHapus